Skeptic
Politik merupakan hal seru untuk diperbincangkan, adalah wajar, karena pada dasarnya kita tidak terlepas dari dunia politik dimana membuahkan sistem yang mau tidak mau kita setiap warga terikat didalamnya.
Hari ini, dimana-mana orang membincangkan masalah politik. Di Jawa Timur tanggal 23 Juli yang akan datang akan diadakan pemilihan Gubernur. Begitu juga jika anda blogwalking, maka anda akan menemukan banyak sekali artikel tentang perpolitikan terutama tentang pemilu tahun 2009 mendatang. Tulisan yang diposting pun bervariasi, namun sebagian besar bernada skeptic akan adanya perubahan yang signifikan pasca pemilu mendatang.
Alasan yang mudah dilontarkan, selain keadaan perekonomian yang tidak kunjung membaik menimbulkan bertambahnya rakyat miskin, pendidikan kita yang masih dibawah rata-rata juga mengutip istilah pak sawali banyaknya petualangan kucing-kucing yang memalukan.
Ya, berapa banyak anggota dewan yang tidak terhormat kita pada hari ini terjebak dalam berbagai macam skandal KKN, sungguh ironis. Ditangan merekalah harapan adanya perubahan dinegeri ini disematkan, tapi nyatanya mereka sendiri menghianati amanat tersebut. Dan mungkinkah tahun depan mereka betul-betul memperjuangkan rakyat? Toh pada kenyataannya kendaraan politik yang dipakai tetap sama dan kucingnya juga itu-itu saja. Oleh karena itu jangan harap akan terjadi perubahan dinegeri ini..
Ada pertanyaan lain, mengapa moral kucing-kucing tersebut seperti itu? Lewat sebuah analisa pendek, mind set telah terbentuk dari faktor lingkungan, budaya serta ego..dimana telah dipupuk dari embrio aktivis mereka, dengan cover idealis semu, bagaikan kambing yang merumput ditengah padang pasir.. apa hubungannya antara kambing dan kucing? tunggu tulisan saya selanjutnya..
Skeptic…..
Filed under: Catatanku, Kontemplasi, News, Refleksi, lepas | 29 Comments
Tags: Kemiskinan, Politik

hehehe dapet pertamak…
aduh mas, klo masalah politik mah, aku no comment degh
meskipun dapatnya bukan pertamax tapi saya masih mau yang lainnya. hehe…
hmmmm…., datang lagi pilgub di Jatim. Sedih rasanya tidak bisa pulang kampung dan melihat kemeriahan pesta demokrasi yang digelar cuma beberapa tahun sekali itu.
“Wakil rakyat, seharusnya merakyat
Jangan tau nyanyian lagu setuju
Wakil rakyat seharusnya merakyat…”
itulah penggalan lirik iwan fals yang sering kita dengar. Begitu nyata, begitu realistis dengan kedaaan negeri ini sekarang.
Tyogaptek, bloger Jakarta juga menulis tentang pesta demokrasi ini, tapi dalam konteks yang berbeda. Dia mengatakan jagn sampai kita golput. karena dngan golput berarti kita memuluskan yang lain. Sebaiknya dipilih lah…, maka kita harus mulai mempelajari dari sekarang sejumlah partai yang menurut saya sudah amat banyak itu.
Saya bingung harus menanggapi apa soal tulisan dia dan sampean. Tapi ngomong2 tulisan terbarunya kapan menyusul? keburu susah dicerna lho kalo lama.
kapan nih mampir ke blog saya lagi? monggo…
emang betul kata anda, bung.gmn negara ini mau berubah, lha yg main politik pd main kotor semua
Bangkit Negeriku
Harapan itu Masih Ada
nggak ngerti deh kalo ngomongin soal politik
iya nih Mas, kalo yang maju muka-muka lama lagi, yang itu-itu lagi ya gak akan ada perubahan…
tapi saya juga ga setuju sama golput…
masalah pemilu yang dituangkan dalam blog bisa mendatangkan traffic tinggi lho Mas, kekekeke
BTW kalau berkenan mampirlah ke Blog baru saya Mas
aduh itu link blog baru saya salah ketik mas, yang bener http://maxbreaker.co.cc
niat awalnya jelek mas…mau cari duit..!!
dari bangku sekolah aja udah diajarin dan belajar maen 2 politik kotor…
Memang benar, politik saat ini sedang dijadikan perbincangan hangat, bukan hanya di blog, di media massa pun banyak yang menjadikan politik ini sebagai berita utama.
Sepertinya repot juga ya memilih pemimpin yang benar-benar bisa memikirkan rakyat?
Harapn boleh saja kan … kalau soal kenyataan, ya kita sudah sama-sama mengalami
Ass.
ya….masyarakat pada skeptis, termasuk sy tapi itu hanya sebelum REFORMASSI 98. Skarang sy optimis, bangsa ini Insya Allah jika dipimpin oleh orang2 yg benar2 AMANAH, INDOENSIA akan MAJU dan JAYA, dan KEMAKMURAN dan KESEJAHTERAAN yg di impikan itu akan segera DATANG.
yuk…..gunakan hak pilih kita sebaik2nya. JELILAH melihat Parpol, Parpol mana yg Benar2 IKHLAS dalam MENSEJAHTERAKAN rakyat.
BTW, thanks mas Azaxs atas doanya, buat MILAD pernikahan sy. Dan semoga mas juga menemukan KEBAHAGIAN INDAHNYA PERNIKAHAN itu.
saya tidak pernah lagi ikut pemilu dan so called pesta demokrasi setelah pernah nyobain sekali nyoblos dan tidak merasa apa apa setelahnya
*confession of not so sceptic girl
-Dalam hal ini pertanyaan yg timbul adalah,
Mungkinkah pemimpin yg lama dapat merealisasikan apa yg menjadi tujuan sesungguhnya (membangun perekonomian) bila berikan kesempatan sekali lagi untuk meneruskan program2 yg sdh dijalankan namun blm keliatan hasilnya krna kesempatan yg didapatkan tergolong singkat sementara untuk membangkitkan perekonomian tentunya banyak elemen2 yg terikut yg harus turut dibenahi (tanggung waktunya)….
-Apakah calon2 baru itu seandainya terpilih dapat melaksanakannya apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sesuai yang diharapkan bangsa ini sementara mereka juga tentunya harus menyesuaikan diri terlebih dulu. Karena bisa saja untuk melaksanakan kebijakan tidak semuda memahami teorinya. Banyak hambatan2 dilapangan yg bisa saja tidak dapt diprediksi sebelumnya. nah kalo udah gini apa yg akan terjadi??
diomongin salah, gak diomongin .. gak tahan ngelihat yang salah.
semua berpulang kepada kita, mulai dari kita, siapkah kita melepaskan diri dari lingkaran setan yang akan terus memburu.
tidak mudah memang menjadi wakil bagi orang lain
tidak mudah pula melakukan manuver disaat terjadi banyak kendala
tapi daripada mencari orang sempurna yang (mungkin) tidak ada, yah.. yang mendekati kriteria atau setidaknya bisa dipercaya, juga gak papa lah dipilih sebagai wakil.
aku tunggu kelanjutan dari tulisan ini,mas.
ayo…….
ayooo………………..
politik itu menjemukan, tapi kita terjebak di dalamnya.
dari sekian banyak wakil rakyat…
ada yg tidak skeptik tentunya..
*berharap selalu*..
suasana sekarang sangat berbeda dengan harapan kita 5 tahun lalu. Namun jangan menyerah kawan, masih ada sebuah harapan untuk berubah di negeri ini… semuanya memang butuh perjuangan keras dan kesabaran.
wadowh maap mas … gag bgtu suka politik … maap yah … no comment deh …
Memamang benar mas, prilaku wakil2 kita semakin membuat kita tidak percaya, saya tunggu kelanjutannya .. salam kenal
kok ada kucing-kucing di sinih? Pasti bukan kucingkeren…
udah kodratnya manusia silau dengan harta dan jabatan,,,yang lebih parah adalah udah salah, ketangkep basah, boro-boro minta maap ngaku aka engga,,:(
Waduh…. apa ya hubungan antara kucing dengan kambing…. Apakah kedua2nya “mewariskan” sifat pemimpin2 kita atau wakil2 kita di DPR?? Ah…. tunggu saja lanjutannya deh….
Cak … ojo skeptis ngono …
stay calm … stay cool …
stay allert …
besok nyobols Cak ?
hehehe
oke ditunggu tulisan berikutnya