Demontrasi GEMAPO dan KMB
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan
* * * * * * * * * * *
Sumpah mahasiswa tersebut kemarin kembali lantang diteriakkan. Yup, Ponorogo kota kecil yang selama ini sepi dan jauh dari hiruk pikuk, beberapa hari ini terasa panas dengan demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Diawali oleh aksi demonstrasi kawan-kawan HMI pada tanggal 06 Mei, kemudian aksi gabungan PMII, HMI dan BEM UNMER pada tanggal 19 Mei, 21 Mei kawan-kawan IMM dan IRM, dan terakhir 22 Mei kemarin giliran kawan-kawan yang tergabung dalam Gerakan Eksekutif Mahasiswa Ponorogo (GEMAPO) melakukan aksi turun kejalan. Pada dasarnya tuntutan mereka sama yaitu menolak kenaikan BBM.
Selain menolak kenaikan BBM, GEMAPO juga menyuarakan tuntutan-tuntutan lain yang terangkum dalam DASA SUMA (Sepuluh Suara Mahasiswa) yaitu:
• Nasionalisasi aset-aset Negara
• Usut dan tindak tegas para koruptor
• Tolak kenaikan BBM dan program BLT
• Prioritaskan pembangunan pada sektor pemberdayaan masyarakat
• Tolak kebijakan tentang komersialisasi pendidikan
• Realisasikan anggaran pendidikan 20% dengan prioritas pada rakyat miskin
• Tolak kebijakan diberlakukannya investasi pada sektor pendidikan
• Efisiensi anggaran dan fasilitas Negara
• Mempermudah akses pelayanan publik dan memaksimalkan pelayanan kesehatan
• Usut tuntas pelanggaran HAM


Namun sayang sekali, walaupun bupati ponorogo bersedia menandatangani draft pernyataan sikap pemerintah yang berisi Dasa Suma, namun beliau tidak mau ber-audiensi langsung dengan mahasiswa dengan alasan yang konyol “tidak siap”. Mahasiswa hanyalah sekelompok anggota masyarakat yang berusaha memperjuangkan nasib rakyat. Jika bertemu dengan mahasiswa saja Bupati tidak siap, bagaimana harus mengurusi pemerintahan kabupaten? Sungguh ironis memang, ditengah berbagai masalah yang mendera negara dan khususnya kasus-kasus diwilayah Ponorogo. Lebih ironis lagi, sang Bupati tersebut adalah hasil pilihan rakyat secara langsung…
Walaupun target untuk beraudiensi tidak berhasil, tapi paling tidak geliat pergerakan mahasiswa dalam mengawal dan mengkritisi pemerintah di Ponorogo kembali bangun dari mati surinya. Bagaimanapun juga fungsi mahasiswa sebagai agent of change tidak hilang samasekali ditengah lesunya pergerakan di Ponorogo, tergambar dari antusisnya masa gabungan dari seluruh perguruan tinggi di Ponorogo. Ratusan mahasiswa dari STAIN Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Institut Sunan Giri, Akademi Farmasi Sunan Giri dan Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin bersatu dalam GEMAPO.
Yup, diakui ataupun tidak, tidak semua orang setuju dengan demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa, tapi paling tidak inilah salah satu kepedulian dan solidaritas nyata mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Semoga tidak hanya kesia-siaan yang didapat. Walaupun suara didengar ataupun tidak, dan nyatanya harga BBM mulai hari ini juga telah dinaikkan, tapi saya yakin hal ini tidaklah sia-sia!
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat!Salam Perjuangan!
*Note:
Kita kemarin juga mengadakan KMB.
Ketika aksi demonstrasi saya bertemu dan bergabung dengan Iephe, Rosi juga Dafhi… selain isu nasional kita juga membahas blogosphere yang ayem tentrem walaupun banyak silang pendapat yang itu wajar.. Asal kenaikan BBM tidak dibarengi dengan naiknya tarif internet atau warnet, kawan-kawan tetap bisa tersenyum.. hallah..
Jadilah Kopdar Mini Banget… hehe
Filed under: Catatanku, Kampanye, Kontemplasi, News, Refleksi, lepas | 40 Comments
Tags: BBM, bem, dasasuma, Demonstrasi, GEMAPO, kmb, mahasiswa, stain ponorogo

No Pertamax!
Hargane makin mahal!!
Untuk Iephe ga boleh protes lagi, itu dah ada photonya…
akhirnya BBM naik juga…:-(
pemerintah saat ini memang tuli dengan aspirasi rakyat. mereka ayem2 aja digedung dewan, karena kalau mahasiswa macem2 waktu demo, kan ada polisi yang mengamankan mereka.
hemm “bagaimana mau maju negara ini, kalau polisi seperti serdadu zaman kompeni atau birokrat seperti abdi dalem raja-raja”(potongan puisi Ws. Rendra).
saya dukung sepenuhnya langkah perjuangan mahasiswa untuk rakyat.. hidup mahasiswaaa!!!!
Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik setinggi gunung
Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Tercekik Harga-Harga
Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik gak tanggung-tanggung
Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Panik dimana-mana
memang harus tetap ada yg menyuarakan
jangan lupa juga sama kuliahnya
jangan berhenti menyuarakan kebenaran dan keadilan
ntuk membangun bangsa nan jaya dan sejahtera
seimbangkan antara dunia aktifis dan semangat belajar
seimbangkan antara organisasi dan semangat intelektual
tetap pupuk komitmen, integritas dan kepemimpinan
jika suatu masa nanti jadi pemimpin negeri
jangan lupa saat saat berjuang seperti saat ini
tetap tegakkan idealisme
jangan silau dan terjebak dengan banyak kertas hijau datang menghampiri
salam jabat erat
rakyat bersatu tak bisa dikalahkan
sssttt
jangan anarkis ya!
saya percaya ko
karena dulu juga saya bergerak demi kepentingan rakyat
semangat!
HIDUP MAHASISWA!!!
aksi sapa takut!!! *aksi g boleh anarkis euy!!!*
Hidup Mahasiswa.. Hidup Rakyat..
tetap semangat..
saya sbg rakyat, sangat setuju dan berterima kasih buat para mahasiswa yg terus berjuang…
tetap semangat.. demi Indonesia.. demi Rakyat.
semangat…semangat…
nah, nyatanya cuma dapat capeknya doang, kan?
pakailah salahsatu cara untuk mendapatkan panen hasil tani yang maksimal: menanam dan memanen barengan..
heum… baiklah… semangat yah mahasiswa
*sebagai sesama mahasiswa yang tidak ikut urunan….
mogah ajah gak anarkis….
HIDUP MAHASISWA
Aku sih dukung mahasiswa. Aku juga sekarang jadi mahasiswa brooo…(S2 SIMKES UGM Yogya) Tapi kalo pemerintah udah naikin tuh BBM… mau apa lagi. Suara kita kaya anjing menggonggong kafilah berlalu…… Kita menyesal memilih pemimpin yang gak pro rakyat.
Kebebasan bisa mengakibatkan kebablasan.
Peran mahasiswa dan lembaga-lembaga kemahasiswaan tetap diperlukan sebagai penyeimbang demokrasi. Hanya diperlukan akal sehat dan kecerdasan emosional dalam memberikan reaksi terhadap sesuatu, termasuk kebijakkan pemerintah.
Pikirkanlah dampak terbesar dari demo dan sejenisnya jika membuat banyak kerusakan dan anarkisme.
Hidup mahasiswa Indonesia!
Tabik!
Komen opo yooo… yo wis berjuang ae sesuai dengan keyakinannya…
selamat berjuang!
BBM …. BBM itu pahit jendral !!!
Kalau demo, mbok yao ke-depan-kan sopan santun.
1. Jangan mencaci maki
2. JAngan bakar2
3. Jangan teriak-teriak.
Yah…coba bayangkan kalau tarif kos-kosan dinaikkan. Trus, supply dari orang tua nggak ditambah. Trus kita demo ke ibu kos sambil mencaci maki, bakar2, dan teriak2.
Kira2 apa yang akan dilakukan si ibu kos?
Hm…mahasiswa-mahasiswa, kononnya menyuarakan kepentingan wong cilik, benarkah?
Coba saya tanya:
Adik-adik ini pernahkah ketika mau makan mendoakan para petani, para buruh, para sopir, nelayan, dan tukang masak yang telah berjasa sehingga beras dari sawah bisa menjadi nasi yang siap disantap?
Kalau mendoakan saja tidak pernah, apakah itu bisa disebut adik2 ini peduli? Doa sebelum makan tidak keluar duit, tidak keluar tenaga. Itu pun tidak dibuat.
menyaksikan aktivitas mahasiswa yang gencar menuntut adanya sebuah perubahan, muncul sebuah optimisme bahwa gerakan mahasiswa benar2 akan memperjuangkan nasib rakyat. sayang sekali, mas azaxs, ada beberapa di antara teman2 mahasiswa yang (nyaris) tdk bisa melakukan kontrol diri; nereka lebih mengandalkan kekuatan fisik ketimbang rasio. mudah2an tdk sampai berlarut-larut ke dalam situasi chaos! jangan sampai rakyat memberikan stigma terhadap gerakan mahasiswa.
mendengar cerita teman-teman soal demonstrasi kenaikan BBM, kok rasanya sedih. Demo itu spt ombak yang menerjang dinding karang di tepi pantai. Dan BBM pun tetep naik. Tapi semoga semangat itu seperti ombak tetap semangat dan berdebur. Tetap punya energi untuk cari alternatif yang mencerahkan dan menguntungkan masyarakat. (Serius yakk..)
udahlah, bung.BBM udah naik mana bs turun.Bukan-nya putus asa ato pasrah, tp perjuangan anda akan menemui jalan buntu krn nggak terorganisasi dan hanya di sebagian kota2 aja.Lain lg klo demo besar2-an seluruh Indonesia ^^
wah disini intelektualitas mahasiswa semakin berkurang
ass.
tongkat estafet slalu berpindah….
SELAMAT BERJUANG KAWAN…….!!!
satukan tekad … hidup Indonesia
Hidup MAHAsiswa…..
bersama2 kita membangun negara menuju kemajuan…
Organisasi Mahasiswanya kok banyak juga ya …
Hhhhhmmm …
huuuaaaa…selalu merinding liat reaksi macem ituh
semangat…
trus berjuang dan SEMANGAT mas… buat yang terbaik buat Indonesia. MERDEKA… ^_^
selamat berjuang utk tmn2 mhs. dl waktu mhs juga s4 demo indonesia bisa..!!
selamat berjuang Zaxs…
ingat… jangan anarkis !!
aku ga demen
btw, sempet2nya moto iephe…
aih…
cling cling
assalamualaikum
suarakan kebenaran dan pembelaan.
hati hati profokasi. hindari anarki.
*inget bener dengan sumpah itu. keren pilihan katanya. nonton di didvd
asl.
demo boleh-boleh aja, asal nggak anarkhis. karena itu salahsatu cara utk menyampaikan pendapat dan aspirasi.
yuk dukung Mahasiswa!!
Wah, nggak nyangka kalau ternyata di Ponorogo juga ada aksi mahasiswa seperti halnya di Surabaya.
Salam kenal, saya asli dari Ponorogo.
Diupdate dong..
jangan keterusan demonya.
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Notability.
siapa yang suka demo biasanya naik bemo
hehe gak nyambung ya….
semoga demo mahasiswa masih diijinkan. karena menulis saj asudah mulai dilarang
msih ada cara laen lagi ga ceh??biar BBM jadi turun lagi???