Kemajuan negara tidak terlepas dari mutu pendidikannya.
Terlepas dari slogan diatas, kita tentunya memahami mutu pendidikan bangsa ini, diakui semakin hari peningkatan mutu terus diupayakan, seperti sertifikasi guru, termasuk mencari rumusan kurikulum yang tiap tahun berganti. walaupun justru menjadi boomerang karena kurang jelas konsep ataupun penggantian system yang terlalu terburu-buru.
Beberapa kasus banyak mewarnai perjalanan dunia pendidikan kita, dari biaya mahal, sekolah ambruk, UAN yang dianggap menghambat, tawuran atau kerusuhan, korupsi dana pendidikan serta masalah guru tidak tetap.
Menilik hal ini tentunya pemerintah harus mencari solusi-solusi nyata dan tidak membudayakan budaya meremehkan dan acuh, walaupun kita juga harus angkat jempol untuk beberapa daerah, seperti Tangerang, Kutai dan daerah lain yang mulai menggratiskan sekolah – dan diharapkan daerah lain mampu mengikutinya-
Terlepas dari kasus-kasus yang menimpa pendidikan di negeri ini, sebenarnya potensi pendidikan dan keilmuan putra bangsa sangat luar biasa, sebagai contoh tiap tahun dalam olimpiade kimia ataupun fisika putra-putri bangsa selalu berhasil mengharumkan nama Indonesia, dari pentas Iptek, berapa banyak penemuan-penemuan lokal yang diakui secara internasional.
Dari gambaran singkat diatas, dan tanpa mencari kambing hitam, tentunya kita harus kembali memikirkan penyebab terpuruknya bangsa terutama dalam segi pendidikan. Karena sebenarnya SDM bangsa kita bisa dikatakan -tidak buruk-
Praktisi praktisi pendidikan di negeri ini banyak sekali, tapi kenapa sampai hari ini bangsa ini masih terpuruk?
Dengan semangat hari pendidikan nasional 2 Mei semoga giroh pendidikan Indonesia semakin kuat dalam pencapaian tujuan pendidikan, mencerdasakan bangsa Indonesia.
*Note: Salut bagi kawan-kawan blogger yang berangkat dari kacamata pendidikan. Pak Sawali, Mbak Enpe, Zulmasri mewakili kelompok blogger pendidik dimana terus meneriakkan perubahan dan perbaikan bangsa terutama bidang pendidikan.
Filed under: Catatanku, Kontemplasi, News, lepas | 32 Comments
Tags: Guru, Hardiknas, Kurikulum, Pendidikan, UAN

Terima kasih, Mas Azaxs, telah ikut membuat postingan tentang masalah pendidikan. didengar atau tidak, bloger, menurut saya, *halah* memang perlu terus menyuarakan kegetiran2 dan borok2 yang masih menempel pada dunia pendidikan. berteriak saja belum tentu didengar, apalagi kalau diam saja. menulis atau bersuara pada hakikatnya juga termasuk beraksi! maju terus pendidikan di Indonesia!
saat ini masih terpuruk karena orintasinya masih ke nilai bukan ke proses mas
**Dengan semangat hari pendidikan nasional 2 Mei semoga giroh pendidikan Indonesia semakin kuat dalam pencapaian tujuan pendidikan, mencerdasakan bangsa Indonesia.**
yes.. yes.. mari bersama-sama menuju bangsa yg cerdas, mulai dr lingkup kecil.. menuju Indonesia Jaya…!!!!
ya Pendidikan di Indonesia masih kurang malah terpuruk ya?
suka miris melihatnya….
semoga pendidikan di Indonesia bisa lebih baik lagi amin…
asl.
mencerdaskan dan mencerahkan……yup….setuju
thanks udah balik komen ke blog sy. sy link ya mas
wah.. pak sawali itu guru ridu, mba eNPe itu mbak ridu.. hmm.. mereka emang patut diacugnkan jempol..
semoga kondisi pendidikan kita nanti itu lebih berkembang dan menjadi lebih baik yah..
ane jadi pesimis kalau ada peringatan gini, selalu ngomongin perubahan yang ada cuman kemerosotan tiap tahun, capek deeeeeeeh
sip2…
semoga kita bisa melakukan perubahan2 untuk perbaikan pendidikan yang lebih baik..
trims mas azaxs dengan postingan pendidikannya. benar ada prestasi kita di olimpiade atau penemuan-penemuan tak terduga dari anak bangsa. namun ternyata langkah prestasi gak seiring dg carut-marut yg ada. namun kita harus tetap optimis. berbuat apa yg bisa kita perbuat.
nyokkk , kita bangkitkan lagi pendidikan di negeri ini
saya dukung aja kang
ayo berubah!!
*ksatria baja hitam mode on
arah pendidikan kita memang samar dan gak jelas. nuansa politik sangat kuat dan berbau uang. ambil contoh UAN, pemerintah menyamaratakan kemampuan anak didik padahal keberhasilan anak didik harus didukung kualitas guru, sarana dan prasarana serta kesejahteraan. kebetulan aku punya postingan tentang UAN, kebetulan pula aku menjadi Tim Pemantau Independen untuk SMA dan SMP, boleh berbagi.
ya memang susah ya untuk memperbaiki pendidikan kita. padahal pendidikan adalah dasar dari kehidupan. banyak alasan yang dipakai misalnya yang paling penting isi perut dulu, baru pendidikan. Memang benar, tapi tanpa pendiidkan orang tidak bisa “berpikir” bagaimana caranya utk mengisi perut itu. Saya selalu mendukung orang yang “mau” belajar. semangat itu rasanya juga semakin menipis di negara kita. Apakah karena masyarakat kita yang begitu majemuk? Entahlah. Ingin sekali membantu tapi bagaimana mulainya? Akhirnya saya hanya bisa berbuat semampu saya saja dulu.
Lagipula saya di luar negeri, selalu mendapat kritikan “Alah kamu di LN enak, ngga tau keadaan sebenarnya…” Siapa bilang tidak tahu? Kan saya juga lahir di negara yang sama. Dan bisa melihat dnegan kacamata yang lain…. Semoga semakin banyak mbak eNPe dan pak Sawali, juga mas azaxs yang bisa membangkitkan kesadaran bahwa masih ada PR abadi, yang sangat penting untuk dikerjakan oleh semua warga indonesia sebetulnya, yaitu memperbaiki mutu pendidikan negara kita.
yang harus dibenahi dari ini adalah pendidikannya
karena dengan pendidikan yang benar dan baiklah knegara kita kan tetap ada dan berjaya
semoga setelah pinter ga dimanfaatin untuk ‘minterin’ orang laen alias memanfaatkan kepinterannya seenaknya sendiri
*maap komen ga jelas dan ga nyambung*
stlhQ lht dr ats eh blm ngisi coment
yups dunia pendidikan qt mang lg agk error. mr qt sbg calon pendidik untuk mempersiapkn dr qt tuk membangkitkan pendidikan dinegeri tercinta ini. tercinta???:-)
Salut juga sama Pak Sawali, Mbak eNPe dan Pak Zul yang menjadikan blognya sebagai wadah pemikirannya dalam dunia pendidikan..

Maafkan saya ya rekan2.. saya tidak mampu berbuat seperti kalian…
*tolong wakili saya saja di dunia per-blog-an ini*
*bukannya ga mau, tapi merasa belum pantas*
sip. pendidikan dasar gratis untuk semua!
— tukang cetak
pendidikan indonesia akan lebih baik lagi, karena saya yang jadi guru.
*kabuuuuuuuuuurrrr*
bangsa lain akan mengakui kecerdasan bangsa ini
tapi kenafa kita selalu dibawah dan menjadi negara
berhentiberkembang?adalah karena mental kita
kebanyakan dari kita adalah mental kacung, orang suruhan,
sudah susah payah membuat tesis yang super canggih, eh malah melacur ke perusahaan asing dengan iming2 gaji
bukankah aneh.. ide yang tak ternilai itu diperas oleh orang yang otaknya hanya mikirin untung melulu
ah entah mo misuh kemana
*pulang*
Hidup Pendidikan Indonesia …
from the trainer
(anak guru juga)
Hidup Pendidikan Indonesia
forever….:D
Kemarin saya ke sukabumi, masih melihat mereka ikut UAN dibawah sekolah yang hampir runtuh menimpa mereka … ah uang UAN untuk membangun sekolah mereka saja.
pendidikan murah dan berkualitas adalah hak tiap warga negara..
semoga saja, amanat konstitusi tentang porsi anggaran pendidikan bisa terealisasi..
agar indonesia bisa segera bangkit..
tanpa pendidikan, jangan berharap banyak pada generasi mendatang.
–salam–
kita sebagai anak yang sedang dididik, seharusnya bisa belajar sebaik-baiknya,
tapi kadang banyak godaan yang menghambat.
1. Sekloah itu mahal
2. Banyak XXX.3gp pake seragam sekolah
3. Udah mahal sekolah … susah pula cari kerja
harapanya tidak hanya dari sistem dan sistem yang selalu di ungkit-ungkit. tapi dari kesadaran anaknya juga. kita gembor2kan pendidikan yg seperti ini itu tapi anaknya sendiri ga ngerasa ato malah menyepelekan. hasilnya juga tanda tanya lagi kan???
yang sayah tauk, tiap ganti menteri ya ganti kebijakan pendidikan…
misalnyah ajah dulu semesteran di ganti catur wulan, trus ganti lagi semesteran….
salam.
betul, pendidikan is the important thing di indonesia.
makanya, kita harus menekan pemerintah agar pendidikan yang berkualitas free untuk rakyat, terutama rakyat kecil dan miskin.
tapi masalahnya, jika pendidikan free, gimana dengan kesejahtraan para gurunya? persoalan ini harus juga dipertimbangkan matang-matang, agar guru dalam mengajar tetap semangat.
sistem pendidikan pun harus mencerahkan dan lebih menitik beratkan pemahaman dari pada hapalan mati. murid didukung untuk mengekspresikan dirinya, selain itu budaya menghargai dan mengapresiasi diantara murid perlu dikembangkan sehingga semua murid didukung untuk maju dan tampil dan bukan dicemoooh atau cemooohan dibiarkan saja. kan gawat juga tuh bisa menghambat proses pembelajaran.
akhirnya, perlu revolusi budaya….budaya kolot dan konservatif perlu putus segera diganti ke budaya positive yang lebih maju.
salam revolusi
ahmad
waaaaaaaah..,maap telat posting. thx udah promosiin blog saya. untung ada blog, jadi ada sarana utk cuap2. betul yg dibilang pak sawali, peduli amat mau didengar ato tidak. kita punya semangat juang untuk memperbaiki pendidikan Indonesia.