Disini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Negeri kami subur tuhan….
Salam pergerakan!
Lagu Darah Juang kini hanyalah lagu yang dipakai sebagai pelengkap dan meramaikan OSMA (OSPEK) di kampus-kampus. Ironis tentunya, mengingat lagu inilah yang mampu menyatukan mahasiswa Indonesia melawan tirani orde baru sehingga mampu menumbangkannya pada tahun 1998 silam.
Postingan ini mengenai kegelisahan saya, kami, mungkin juga anda dan kita.. terutama mewakili mereka yang tidak berdaya untuk meneriakkan ini semua! Merupakan kritikan saya sendiri sebagai mahasiswa melihat realita kenyataan pergerakan yang ada saat ini. Dimana pergerakan mahasiswa yang berlabel agent of change berada di titik nadir perjuangan, terlenakan dan terbenam pada arus globalisasi yang menyesatkan serta terhimpit faham hedonisme yang semakin membutakan mata.
Kawan-kawan Mahasiswa Indonesia…
Masih ingatkah label agen perubahan melekat dijidat anda semua? dan sebagai seorang yang terpelajar pastinya anda harus siap mempertanggung jawabkan!
Tiada lagi kajian-kajian yang mempu menggerakkan nurani, tiada pula diskusi-diskusi yang mampu mengangkat semangat perjuangan. Semuanya hanyalah permainan yang ujung-ujungnya profit jugalah yang dicari. Pengabdian mahasiswa pada masyarakat sudah bukan jamannya lagi, Tri Dharma Perguruan Tinggi lebih hanya slogan tanpa makna.
Ingat bulan Mei sudah diambang pintu, 10 tahun sudah reformasi di negeri ini bergulir, banyak korban berjatuhan dari saudara-saudara kita, kita menyebut mereka dengan pahlawan reformasi. Itu semua belomlah cukup menjadikan negeri ini makmur dan berkeadilan.
Bahkan mengutip mantan menteri ekonomi di era GusDur Rizal Ramli, hari ini keadaan ekonomi negeri sedang berada diujung tanduk. Jika 10 tahun lalu krisis mengakibatkan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia kolaps, hari ini keadaannya lebih menghawatirkan, justru perusahaan besar semakin besar, namun usaha-usaha kecil dan kaum miskin semakin miskin.
Tentunya krisis kedelai yang sempat membuat tempe beberapa waktu lalu menghilang dari pasaran masih sangat nyata dibenak kita. Detik ini, hari ini, antrean minyak tanah dan juga gas menjadi pemandangan biasa dan sangat biasa sekali. mengingatkan kita era 60an.. ataukah kita sedang bermimpi? tidak!
Kekayaan negeri ini sangat besar… bahkan Indonesia merupakan negara dengan tambang minyak terbesar di Asia timur tapi.. krisis minyak! Bagaimana ini bisa terjadi?
Belum lagi Busung lapar yang melanda.. sampai awal april ini di Rs. Dr. Soedomo Surabaya, 3 bayi meninggal akibat busung lapar…
Penggusuran-penggusuran PKL menjadi kegiatan rutin, atas nama tata kota dan ketertiban mereka menghancurkan saudara kita lainnya.. tidak cukupkah ini menjadikan kita berani bangkit untuk meneriakkan suara mereka yang selalu termarginalkan? mereka yang selalu tertindas?
Memang tidak semua dari kita merasakan apa yang mereka rasakan.
Tapi coba kita cermati. Bisakah kita lari dari kenyataan dan tidak merasakan kegelisahan ketika melihat banyak orang bingung cari makan? melihat antrean minyak sampai ratusan meter? sekian banyak anak negeri ini hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan, serba kekurangan dan terhimpit banyak kesulitan. Fakta bahwa praksis korupsi merupakan hal biasa diatas kemiskinan dan kemelaratan mayoritas warga bangsa, seakan budaya yang harus dilestarikan demi kemakmuran segelintir orang dan bahkan tanpa sangsi? Bisakah kita tidak merasa gelisah ketika menghadapi melambungnya biaya pendidikan yang seharusnya menjadi hak semua warga di negeri yang kaya raya ini? Tidak gelisahkah kita melihat pemerintah tidak berdaya menghadapi pemodal? sedangkan rakyatnya sendiri dikesampingkan bagai sapi perahan yang telah habis diperah susunya? [tengok lapindo, Freeport]. Sekian miliar dollar harus dibayarkan untuk cicilan hutang luar negeri? Bayangkan jika uang sebanyak itu dimanfaatkan untuk memfasilitasi pendidikan kita, seberapa berkembangnya pendidikan bangsa ini sehingga akan melahirkan generasi baru penuh semangat dan optimisme, bukan generasi yang selalu dibumbuhi rasa pesimis akibat budaya dan perilaku bangsa! Bagaimana mungkin kita tidak gelisah ketika mendengar jeritan sedih dan teriakan amarah tanpa daya dari orang-orang yang tergusur hidupnya tanpa bisa melawan? Banyak warga kita yang diperlakukan semena-mena di negeri orang. Bagaimana kita tidak gelisah melihat semua itu? ataukah memang sengaja kita menutup mata dari semua itu? padahal kita tahu itu semuanya ada di depan mata!
Dan tentunya masih banyak kegelisahan lain yang tidak cukup jika disebutkan satu persatu di postingan ini.
Dari kegelisahan diatas bisakah anda dan kita semua tidak merasa gelisah?
Mungkinkah hedonisme lebih menggairahkan daripada meneriakkan perubahan?
Ataukah pacaran lebih mengasyikkan daripada harus menentang penindasan?
Kebanyakan dari kita lebih suka berfoya-foya daripada meluangkan sedikit waktu dalam memahami dan belajar sastra.
Ingat kata Magda Peters dalam karya Pramoedya, Bumi Manusia;
Kalian boleh maju dalam pelajaran,
mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja
Tapi tanpa mencintai sastra,
kalian hanya tinggal hewan yang pandai.
Ingat sejarah… tumbangnya orde lama juga orde baru karena kekuatan mahasiswa, ingat sejarah juga, mereka, aktivis 60an dan 98 hari ini banyak yang menjadi pecundang! Dulu ikut meneriakkan, dan hanya dengan berapa nominal uang, detik ini bagaikan katak kekenyangan…
Semoga mata kita terbuka dengan fenomena yang ada!
Silahkan pikir sendiri, siapakah yang harus bertanggung jawab dengan semua ini?
dan apakah kita masih layak untuk hidup tenang seakan melupakan kegelisahan-kegelisahan yang tak kunjung padam?
Kembalilah Mahasiswa Indonesia, tunjukkan pada rakyat Indonesia bahwa kita patut menjadi agen perubahan. Kita masih peduli dan memperjuangkan mereka!
Dalam Jejak Langkah Pramoedya berkata:
“dapatkah dia sebagai cendekiawan modern berdiam diri pada saat orang-orang sebangsanya dibunuh dengan cara-cara modern ini? tetapi apa yang harus dibuatnya? mulailah dan kau akan mendapat jawaban, mendengung kembali suara mei beberpa tahun lalu.
Hari ini aku akan kembali”
Memang, tidak semua kawan-kawan lelap dalam tidur. Di Surabaya kemarin ( 17/04/2008 ) sahabat-sahabati PMII turun ke jalan bersama PKL meneriakkan perlawanan. Minggu lalu kawan-kawan BEM se-Jakarta meneriakkan stabilisasi ekonomi. Memang tidak semua kawan-kawan tertidur, tapi kebanyakan masih tertidur!
Mahasiswa Indonesia…
Setiap hari kita jengah melihat aksi anarkis anda! Entah yang di Unhas, Universitas Nomensen, Unhalu, atau kemarin di Universitas Lampung. Apakah hasil didikan perkuliahan selama ini hanya menghasilkan output yang pengecut? hanya berani berteriak di kandang sendiri, itupun untuk sesuatu yang kurang berarti.. sementara musuh sebenarnya sedang tertawa penuh kemenangan!
Saya tahu, kebanyakan kalian sedang menunggu Konggres Mahasiswa, berimprovisasi dalam organisasi masing-masing. Mungkin hari ini anda tergabung Dalam HMI, HMI MPO, IMM, PMKRI, PMII, LMND, GMNI, GMKI, KAMMI, HTI, PRD dsb, tapi ingat rakyat tidak butuh dan tidak mau tau merah, hijau atau kuningkah anda! yang mereka tau seluruh mahasiswa adalah merah putih!
Jangan perbesar konflik intern, karena perjuangan sebenarnya masih berat untuk dilalui bersama..
Bangkit dan bersatulah Mahasiswa Indonesia!
Bukalah matamu! Bukalah Telingamu! Teriakkanlah Mulutmu!
Tunjukkan bahwa Mahasiswa pantas dikatakan sebagai Agent of Change!!
Bangunlah Mahasiswa, Majulah Bangsaku!!!Salam Pergerakan! Yakin Usaha Sampai!
* Demo memang tidak selalu membawa solusi, Tapi diam saja juga bukan Solusi.
* Membaca postingan di blog pak gempur beberapa waktu lalu, mengingatkanku tentang gerakan mahasiswa yang semakin hari semakin tidak berdaya.. Sebagai mahasiswa, aku merasa mempunyai tanggung jawab untuk meneriakkan ini semua…
* Postingan ini terutama bagi mereka yang telah melupakan jatidiri kemahasiswaannya dan apresiasi tinggi bagi kawan-kawan yang tetap dan masih teguh berjuang dilapangan…
Filed under: Catatanku, Kontemplasi, News, Refleksi, lepas | 42 Comments

langkah nyatanya nih apa kawan selain menulis?
membangkitkan gairah melawan ketidakadilan..!!
hidup mahasiswa..!!
reformasi…. reformasi…. reformasi…. sampai mati…. *kabur karena mata mulai perih kena gas*
*sampe rumah ngobatin lecet2 dan bekas benda tumpul*
memang gitulah mahasiswa…selalu melaukan pergerakan tuk memajukan bangsa….asal jangan sampai ada yang ngambil keuntungan dari pergerakan kita (mahasiswa) aja…:)
Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pendidikan/mahasiswa_indonesia_antara_gerakan_dan_harapan/
sikap kritis mahasiswa sekarang sangat2 berbeda jauh dengan jaman2 kita bro, yang saya lihat mereka sangat adem ayem sekali jarang melemparkan kritik2 pedas bahkan tak jarang saling baku hantam sesamanya.
Sudah saatnya mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat meneriakkan aspirasi ibunya (rakyat), bila saluran2 aspirasi tersumbat.
ayo berjuang…..
hidup mahasiswa!!!!
Memulai suatu gerakan itu penting
tapi jauh lebih penting untuk memaintennya, agar tak setengah jadi, setengah jalan, setengah mateng, pokok’e setengah
serba nanggung
jadi siapkan bank semangat dan ide
jadi pemeo “reformasi sudah mati” semakin terasa benar yah ? hahahah bete
bangkit dan bersatulah rekan-rekanku
estapet perjuangan kini ada padamu
kami sudah tak sebebas dulu
masa2 mahasiswa
adalah masa paling idealis
semangat untuk damaikan dan majukan negeri tercinta ini!
yupz…
SEMANGAT!!!!
HIDUP MAHASISWA!!!
angkat dua jempol untuk mas azaxs yang telah berani melakukan otokritik terhadap eksistensi mahasiswa saat ini. yups, sepanjang sejarah peradaban di negeri ini, tidak salah kalau mahasiswa selalu berada di garda depan perjuangan utk melakukan sebuah perubahan, sesuai idiom yang mereka sandang, agent of social change, sbg agen perubahan sosial. kalau selama ini mahasiswa tiarap, perlu diuthik-uthik. ingat puisi wiji thukul:
Dan mahasiswa memiliki kekuatan untuk itu. selamat berjuang menjadi agen perubahan buat para mahasiswa! semangath!
hhmm… iyah, belakangan mahasiswa lupa jatidirinya sendiri..
(mungkin termasuk saya?)
sedihnya, belakangan, semakin muda usia mereka, biasanya mahasiswa makin egois. hanya memikirkan diri sendiri. ngakunya aktivis BEM, himpunan, tapi setiap ada rapat, g pernah dateng dengan alasan besok/lusa ada tugas…
mengapresiasikan suara yang dipercayakan temen2 jurusan/fakultas aja gbisa, gmana mau merubah dunia?
hukz… sekarang kayaknya virus ini sedang marak di kalangan mahasiswa : kuliah cepet, nilai bagus, cari kerja, hidup nyaman, kaya raya…
beugh.. sound so selfish..
yuk ah, kita bangun.. bangun sendiri minimal klo yang lain gbisa dibangunin. jangan malah ikutan tidur lagi..
moga di sisa hak sebagai mahasiswa, kita bisa memberi banyak manfaat untuk banyak orang..
amiiinn..
Saya baru tau kalo lagu darah juang menjadi hymne mahasiswa saat OSMA.. hebat itu! selalu menjadi pengingat untuk berpijak di bumi dan berpihak pada yang lemah. Semoga tak menjadi lagu pelipur lara di kala gundah.. tapi sebaliknya, pembangkit semngat perjuangan..
ayo bergerak kawan!
idealime mahasiswa saat ini sudah mulai luntur.
memang sangat sedih mengetahui realita ni.
contohnya di kampusku juga gitu mas
padahal spp semester sudah dapat subsidi dr rakyat.
tapi mahasiswanya malah males menyuarakan hati rakyat.
dengan dalih bermacam2.
Sepertinya perlu ada momentum untuk mengembalikan semangat para mahasiswa tuk kembali menyuarakan suara rakyat.
Diriku juga sangat sedih sbg mahasiswa.
Banyak mahasiswa yang teriak Hidup Mahasiswa, tetapi hanya sekedar dimulut.
Kalau gini terus kapan bangsa ini akan bangkit dari keterpurukan??
tuk mas hanggadamai, Ko bisa si idealisme Mahasiswa anda luntur? sering dicuci pake apa ?
mungkin harus sering di perbaharui lagi tuh pemikiran nya…:D
@hafidzi:
luntur sih blum mas?kan mw lulus
dirimu kan mahasiswa juga.
cara memperbaharuinya gimana mas?
soalnya diriku semakin pesimis akan nasib bangsa ini
Diriku itu mahasiswa juga kan ya…???
Menurutku sih ada yang salah dari reformasi….
dulu kita mengelu ngelu kan dan berdemo demo reformasi…. tapi kalau saya lihat reformasi ini kok malah tambah bikin kacaw aja ya….
” masa depan bangsa kutitipkan padamu hai..!mahasiswaku..!”
berjuanglah mahasiswa. gunakan akalmu jangan okolmu**
jangan ikuti jejakku yg hanya tau 3 K ( kos, Kantin, Kampus ).
**okol = kekuatan fisik
Berjuang………………..berjuang…………..
msak flu aj nyerah……
…MUNGKIN LAGI DI ZONA NYAMAN SEMUANYA…
kunjungan balik.
waduh, blog ala wordpress tak ber shout box
iya, boleh pesen2 desain apa gitu…
hehe..
eniwei berat nih blog nya..
Smangadh… smangadh…
ah Iephe…
*cling-cling*
Bersemangat banget mas…
Trims buat energinya … !!
mari lakukan perubahan…
mahasiswa kita lagi parahhh…..
hidup mahasiswa!!
aduh aku bukan mahasiswa lagi
mahasiswa….sepertinya zaman2 itu nanti akan saya lewati di malaysia…saya sudah buat planning buat kuliah di malaysia. Hehe, makanya udah mulai cari2 sma yang menjanjikan biar keterima di malaysia.
jadi ingat masa lalu waktu jadi mahasiswa
jadilah engkau pionir yang bergerak nyata mahasiswa
karena di pundakmu ada harapan besar dari seluruh negeri ini
jangan hanya beraksi demo saja , tapi lebih kepada tindakan yang nyata dan real
Banyak gerakan mahasiswa yang ada di Indonesia. Tidak semua menyuarakan kesamaan.
Tindakan nyata walau kecil dan tak terdengar, lebih mulia daripada hanya berteriak tanpa tindakan.
salam
ayo mahasiswa, bangkitlah kalian semua
dari kuburmahasiswa, tidaklah ringan beban dipundakmu, beraat
Hai Mahasiswa Indonesia!!!
Dengarkan seruanku, korbanlapindo.
Dua tahun sudah kami bertahan
Dalam ketertindasan dan ketidakberdayaan
Oleh rezim penguasa yang dikangkangi pengusaha
Dua tahun pula kami menanti,
Agar anak bangsa mempedulikan nasib kami
Sebab tidak mungkin kami sendiri, berjuang melawan tirani
Dimana mahasiswa Indonesia
Yang katanya menjadi penentu sejarah
Dan pewaris utama masa depan negeri tercinta
Maka, setelah dua tahun ini…
Tidakkah kami layak akan dukungan kalian…
Atau akankah kami mati dalam kesia-siaan…
Maka, Mahasiswa Indonesia!!!
Dengarkan undanganku, korbanlapindo.
Datanglah ke pasar baru Porong
Datanglah ke basis perjuangan kami
Mari kita susun strategi bersama aksi
Menuntut hak kami, dan mengusir tirani
Pengangkangan modal atas negeri ini…
salam perjuangan dari pasar porong
korbanlapindo
Mahasiswa memang hanya punya mulut yang hanya bisa berteriak. Tak sepeser uang pun ada di saku tanpa uluran dari ortu. Tapi mari kita ingat tahun 99? reformasi yang menyebabkan perubahan besar pada bangsa ini? Bergantung kita mo menggunakan mulut ini untuk apa? dan ucapan ini untuk apa?
Hanya satu yang saya titipkan …
Please tanpa Anarchis … !!!, Tanpa Merusak … !!!
Hidup Mahasiswa … !!!
langkah penyatuan gerak, terutama untuk gerakan-gerakan moral itu perlu. kan tidak perlu kanan kiri hijau merah untuk urusan kemanusiaan, berantas buta huruf, kemiskinan, dan anti kekerasan. semangat bro!
konsolidasi.
…
ayo semangat yang (masih mahasiswa)!
darimantanmahasiswayangberusahamempertahankanbaradidada
thanks bro posting ini nyadarin aq bwt yg dh lupa ma jati diri sbg mahasiswa…….
hidup mahasiswa…
wah, malu aku kampusku disebut2. tp memang seperti itulah realitanya. bahkan baru2 ini lg kurusetra. entah apa yg ada di benak mereka. mereka lupa status sosial mereka dan peran penting yg seharusnya mereka sandang.
Lanjutkan perjuanganmu…..
Mahasiswa… garang-garang amat ya… ckckckck