Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Selalu dipuja-puja bangsa
Sebait lirik lagu Indonesia Pusaka diatas tentunya sangat menyentuh jiwa kita sebagai bangsa yang merdeka dan memiliki kedaulatan. Rasa kebanggaan dan ke-akuan sebagai warga negara Indonesia tertanam kuat dalam syair tersebut.
Yup, tidak berlebihan kiranya dan sangatlah manusiawi jika kita menggugat keabsahan bait lagu ini jika melihat realita sekarang.. Apakah yang dapat kita banggakan sehingga bangsa lain memuja bangsa Indonesia? Sangat naif dikatakan bahwa negara kita patut dipuja-puja bangsa lain kecuali dalam kesabarannya..
Kita sangatlah sabar menunggu perubahan yang terjadi. Bukankah seharusnya kita telah banyak belajar sejak jaman kemerdekaan, tapi nyatanya tiada perubahan yang benar-benar kita rasakan, hanya sederet teori yang dipamerkan sebagai pajangan kaum intelektual.
63 tahun sudah, bangsa kita merdeka dari penjajahan bangsa asing. Namun belum terjadi perubahan yang signifikan. Kemerdekaan yang harusnya kita rasakan belumlah kaffah terealisasi. Ketika kemiskinan merajalela, kebodohan menjadi tradisi, kapan kemerdekaan ini betul-betul dinikmati?
Jika kita cermati, akhir-akhir ini berita kelaparan ataupun korban busung lapar yang terus berjatuhan adalah hal biasa. Negara yang kaya raya ini tidak sebanding dengan penduduknya, dimana kebanyakan masih hidup dibawah garis kemiskinan. Ironis memang, belum lagi bencana alam silih berganti berdatangan, harga kebutuhan pokok melonjak drastis semakin membuat kaum kecil terjepit.
Yup! Seakan rakyat di negeri ini memang ditakdirkan untuk selalu menanggung beban dalam kungkungan keseharian, walau terkadang justru datang karena kelalaian penguasa.
Kenaikan harga, kemiskinan juga bencana alam adalah hal klise di negeri ini. Jika kita boleh berteriak lantang, radikalnya untuk apa pemerintahan sebuah bangsa jika masyarakatnya tidak terpenuhi kebutuhan hidup?? Apa gunanya kita diperintah oleh penguasa jika untuk makan saja susah? Haruskah kita selalu mengakui bahwa Indonesia negara pusaka selalu dipuja-puja bangsa?
Kesalahan siapakah ini?
Cukup sudah penderitaan rakyat. Jangan biarkan mata kering kehabisan airmata ataupun tubuh teronggok tanpa daging.
* Mungkin tulisan ini dikatakan basi atau terlambat.. Hanya sekedar coretan ringan tentang kemiskinan yang menjadi penguasa rakyat di negeri sendiri. Mengingatkan kembali wacana lama tapi tak kunjung bermuara…
* * Iringan hormat kepada rekan2 blogger yang telah lebih dahulu mengkampanyekan stop kemiskinan! MbakHanna, Kang Herry, Arul, Gun2, Danalingga, Mihael DB, Abeayang, almascatie, QZink, Daeng, Limpo, Pak Gempur, Pak Sawali, Siwi, Ridu, Ikhsan, Titov, Oktaendi, itikkecil, Tikabanget, Restlessangel, Cak Bud dan seluruh kawan blogger yang tidakbisa disebutkan satu persatu.. Anda semua luarbiasa!
Filed under: Catatanku, Kontemplasi, News, Refleksi, lepas












refleksi diri yang menggugah, kawandh….
“Mungkin tulisan ini dikatakan basi atau terlambat”.
Tidak sama sekali kawan. Justru kita harus terus- menerus mengingatkan diri kita sendiri. Selama keprihatinan ini masih ada dibumi pertiwi.
Trims sekali dan salam kenal,
masalah kaya gini akan selalu ada sampai akhir zaman.
yang penting adalah bagaimana caranya kita agar selalu peduli
Gak ada kata terlambat untuk memberantas kemiskinan, bro..
Semangadh..
semoga mata hati kita tidak menjadi buta tertutup oleh silaunnya gemerlap dunia
Tidak terlambat kok, mas, sampai kapan pun, selama kelaparan dan gizi buruk masih berlangsung, kampanye semacam ini masih tetap up to date.
Wuih, mantap. Menggugah.
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
buaian itulah yang banyak membuat orang menjadi lupa,
jangan larut dalam buaian, senyampang masih muda
Ayo berjuang…………..
Pikirkan tempat berlindung kita di hari tua…………
semangat2………..!!!!!!!!!!!!
jangan sampai kita dikubur di tanah sengketa…………..
haha…………..
selama mental kita masih inferior, kemerdekaan hanya mimpi kosong.
*menyanyikan lagu Indonesia Raya*
sesungguhnya pemiskinan lebih berbahaya karena sifatnya yang massive..
mari, bersama melawan pemiskinan..!!
ayo sama2 peduli sosial sama mereka.
dari yg kecil2 sampe yg besar
moga kita segera bangun dari keterlelapan ini
Tak ada kata terlambat untuk mengingatkan diri kita pada fungsi sosial manusia. Sebagai manusia merangkap bloger [emang bloger bukan manusia yah?! hehehehe] kita punya media untuk menyampaikan keluh kesah baik ppribadi maupun sosial. Maka, pilihannya adalah saya memilih untuk memfungsikan blog sebagai sarana sosialisasi manusia yang sosial.. hmmm… embuh apa maksudnya…
makanya apakah menjadi nonsense bila kita menolak import beras ?
ada yang salah dengan pengelolaan negeri ini
dan kita generas muda harus membenahinya!
We’ve tried. Hope God[s] take the rest.
tak ada kata basi tuk menolong sessama
okta mo nangis klo nyanyiin lagu itu ;(
tragis, sedis and sadis emang kondisi kita sekarang
Sori, yg belum mengerti korelasinya
bagaimana impor beras bisa memperparah kemiskinan dan menguntungkan pemodal sementara di propinsi2 indonesia timur orang kena busung lapar ?
hehehe sori ngak ngerti hal beginian tapi ingin belajar ?
msh bisa diperbaiki tidak yah??? *semoga saja*
menurut film the 11 hour bukan alam yang tak mampu bertahan tapi manusia. ada dua macam tipe makhluk yang dulunya menjadi pemimpin di alam semesta.
tipe oportunity dan tipe tamak.
pengetahuan dan tekhnologi membuat manusia mengambil alih peradaban dan membuat kehidupan manusia semakin kuat sebagai pemangsa nomer 1 di bumi.
dengan peduli dan memikirkan nasib orang lain dan bangsa akan membuat ketamakan itu sedikit teredam.
mudah2an nggak oot.
huhuhuhu
Semalam ada berita seorang anak yg masuk rumah sakit karena kurang gizi. Dan tahu berita apa selanjutnya? Waktu forum konsolidasi pemerintah daerah dan pusat, presiden menegur seorang kepala daerah karena tertidur dalam forum tersebut.
Hahaha… rasanya pengen tertawa sekeras mungkin. Rakyat kurang gizi, aparat ketiduran di forum yg membicarakan tentang rakyat. Negeri ini memang luar biasa..!!!
Sangat menggugah banged…
akoe jadi inget pernah liat di tipi
anak yang kekurangan makanan mana masih bayi lagi
udah gitu pake infus dimana-mana
menyedihkan banged…
hiks… i wanna cry…
semoga Indonesia berubah lebih baik…
Tetap Berjuang… ga usah nunggu yang lain (khusus nya penguasa) bergerak… dimulai dari kita aja… pelan2… di lingkungan sekitar… walau memulai dengan kontribusi terkecil…
tapi kok di jakarta dulu,, pernah dilarang ngasih uang ke pengemis yak..? apakah itu manusiawi..? maksudnya,, ngasih atau nggak kan hak kita toh..? tapi kenapa mpe diatur gitu… huehe..
weleh-weleh..